kacau, jangan panik

November 18, 2008 | Filed Under diary | 2 Comments 

Dilihat dari berbagai segi dan dalam banyak aspek, hidup saya adalah rentetan chaos.

Cau kacau kacau, kebangeten memang … saya ni tak merasa mampu mengendalikan hidup saya sendiri. Ga jelas, seenaknya sendiri. Bahkan, kayaknya hidup sayalah yang mengendalikan saya (ini gimana sih, kalimat macam apa… koq ga jelas, mbulet, membingungkan). Berkali-kali sudah saya melongo, tertegun sejenak, seperti mendengar kaset rusak berisikan lagu lama yang diputar berulang-ulang-ulang-ulang namun masih saja sanggup membuat saya tak siap dan terkaget-kaget. Dan, terasa kayak de ja vu ketika terbersit kalimat, “Yaela! Chaos ini menimpa saya lagi.” Pada akhirnya, toh saya harus mengikuti saja apa maunya. Seperti saat ini nih, tiba-tiba saya h a r u s ke Bandung, padahal ……. hufffffff

Ini semua karena kesalahan saya sendiri.

Entahlah! Saya tak bisa bercerita banyak, apalagi saat ini saya harus buru-buru. Di sini angkutan umum hanya sampai magrib kecuali taksi (so what ga penting gitu lho). Dan bla bla bla lainnya (bla bla bla alias poin-poin yang melintas dalam benak saya). Ngomong-ngomong angkutan, tak kalah serunya, di kepala saya berebutan berbagai “angkutan” yang memuat macam-macam pilihan yang harus segera saya putuskan. *tarik nafas*. Sangat terasa sekarang, betapa setiap detik begitu berarti. Ah, banyak gaya, saya seperti menjadi petugas ambulans saja. Dududuuduududdduu *menjeduk-jedukkan kepalaaaaaa*

Saya ini sedang ngomongin apa sih? Gila ini meracau. Yang jelas saya sudah beli tiket Lodaya untuk berangkat nanti malam. Dan, saya lebih senang jika tidak ada yang peduli.

Saya akan balik koq, pada waktunya.



Next Page →